Doroku Loft

Other Racing Pigeon Actually.

Another racing pigeon from Indonesia....

When we watched two male sprint pigeon flying, and trying as fast they can reaching their couple from about one km away. Using their energy, ability, flying style to be the first landed to their female which handed by jockeys.

Other type, flying high till we are hard to see them about 5-7 km away from the loft, and drop down to the loft like a stone falling from the sky. Usually they will fight each other in the sky to be the first catching their loft.

That's so amazing for me to be a part of this race coz it's our hobby.

Dakocan Story (English Version) Part 1

Written by Plastik Bag on 10:08 AM

Once upon the time, about 1990, Wardi and Sukar (Pigeon Jockey), They sorted some bird, and there were 36 unqualified pigeon. What would they do with that pigeons ? They will kill all the pigeon, then Wardy put all pigeon in the one cage near canteen.

Then H Ido occasionally came to Ko Khe Yung Birdfarm, knowing that there were so many pigeon will be killed, He came over the pigeon cage near canteen. He start to select one more all pigeon, one by one the pigeon selected by him, until He found one pigeon that made him impressed.

That pigeon coloured black with some white near its head. Why did He take it from the cage ? Because the pigeon had good character as per H Ido evaluation. While He still handed the pigeon, Ko Khe Yung said to him "They were not good, that's way I want to kill all of them." But H Ido had other opinion to him, " Just try to train this pigeon first, I am sure this is good one than the others."

Finally They start to train the pigeon, and what H Ido said was true. As Ko Khe Yung said "amazing, it fly very fast, and its spirit real real great, fly like a champion" Finally They continued to train, and giving name "DAKOCAN", due to its colour and face were not good one.

DAKOCAN's father was great pigeon from Malang, It's Wahing's bird. Its name was SULTAN, Suroso brought Wahing from Malang to bandung. This pigeon still have Mercy's blood. It's different with Mercy of Nyo Situbondo pigeon. Nyo's Mercy was Ciung blood, one of other Leonard generation.

Elang Laut - Indukan Balap

Written by Plastik Bag on 8:43 AM














Trah : Elang Laut (adik Rencong/Dick-324)
Ring : Herman T - 335
Kami beli dari pemilik Nimitzbf, saat ini kami ternakan. Saat ini sedang kami pasangkan dengan betina muda trah mawar, untuk mendapatkan anakan yang lebih dari indukan yang ada sekarang.

Burung ini tidak mempunyai prestasi, dikarenakan saat kami ambil dalam keadaan terlantar, dikarenakan pemilik nimitzbf sudah tidak aktif lagi dalam kancah balap merpati.

Anakan terakhir setelah kami ambil berwarna coklat, saat itu kami pasangkan dengan indukan betina trah CHO.

Our male sprint pigeon, one of Rencong younger brother generation. Now We have suit with other female sprint pigeon for breed baby pigeon in purpose to get better generation.
Seahawk was in the bad condition previously, due to the owner were not active in sprint pigeon activity. We take over this pigeon from inactive bird farm, because We are sure that it had good blood from sprint pigeon legend.us.

Batavia - Indukan Balap

Written by Plastik Bag on 8:37 AM



Trah Batavia
Ring : Johan 309

Kami beli dari pemilik Nimitzbf, saat ini kami ternakkan. Saat ini sedang kami pasangkan dengan betina muda trah walet, untuk mendapatkan anakan yang lebih dari indukan yang ada sekarang.

Burung ini tidak mempunyai prestasi, dikarenakan saat kami ambil dalam keadaan terlantar, dikarenakan pemilik nimitzbf sudah tidak aktif lagi dalam kancah balap merpati. Pada masa di nimitzbf, burung ini menjadi salah satu indukan utama.

Now We have suit with other female sprint pigeon for breed baby pigeon in purpose to get better generation.

Batavia was in the bad condition previously, due to the owner were not active in sprint pigeon activity. We take over this pigeon from inactive bird farm, because We are sure that it had good blood from sprint pigeon legend.

chomar - Indukan balap

Written by Plastik Bag on 8:29 AM

Trah CHO
Kami ambil dari salah satu pemain balap pinggiran Purwakarta. Pada kondisi kami ambil, burung ini sudah tidak main lagi, dikarenakan faktor usia yang cukup tua sudah. Beberapa kejuaraan lokal sempat dimenangkannya. Sekarang menjadi salah satu indukan primer di kandang ternak kami.

Salah satu anakannya sekarang ada di Madiun, dilatih oleh seorang pemain balap merpati di sana.

Our pigeon was taken from Purwakarta, it's already having many local champion around that town. Now We are focusing as one of our primary blood. Due to its blood still having link with the sprint pigeon legend in Indonesia (Khayana).

Lokananta - Indukan Balap

Written by Plastik Bag on 8:26 AM

Trah - Adik Leonard
Burung ini kami beli dari Yulius VnR sekitar 2 tahun yang lalu, saat ini menjadi indukan balap kami.
Anak burung ini sekarang sedang dilatih di Madiun.

Leonard was another sprint pigeon legend in Indonesia, We already got Leonard brother blood, hopely in the next of our breeding, We will find other next legend from our birdfarm.

Hen-Hen - Induk Balap

Written by Plastik Bag on 8:22 AM

Trah - Leonard
Indukan Balap ini kami beli dari pemain balap pinggiran dua tahun lalu. Kondisi waktu itu burung sempat memenangi lokalan di salah satu kota di sekitar Jakarta beberapa tahun silan. Terbang burung ini kencang dan tembaknya tepat di perut.

Saat ini sedang kami silangkan dengan indukan muda dari trah walet, belum punya anakan untuk saat ini.

Piyikan terakhir yang ada sedang dilatih di Madiun.

One of our primary sprint pigeon male, We are now suit this pigeon male with other blood female pigeon. It fly very fast, and straight landed on its couple. One of his generation now in training in other town outside Jakarta.

Dakocan Story

Written by Plastik Bag on 8:33 AM

Salam andokan merpati balap....

Mumpung masih ingat, sebelum lupa, saya mencoba sedikit mengungkapkan uneg-uneg yang saya tahu tentang sejarah Dakocan, salah satu burung legendaris di Indonesia.

Pada suatu hari, sekitar tahun 1990an, Wardi bersama Sukar (waktu itu Wardi masih jadi pelepasnya Sukar), memilah-milah burung untuk disortir, kesemuanya ada 36 ekor burung sortiran hasil ternakan Ko Khe Yung di Bandung. Mau diapakan burung tersebut?, menurut Wardi, mau dipotong, makanya ditaruh di kantin dalam keranjang, semua siap dipotong.

Datanglah H. Ido secara kebetulan ke kandang Ko Khe Yung, dengar ada rombongan burung sortiran mau dipotong, H. Ido nyamperin ke kumpulan keranjang (dongdang) di kantin, dengan posisi jongkok, mulai satu persatu meraba-raba, memilih-milih, mencermati dan dari ke 36 ekor burung tersebut diambil 1 ekor saja, piyik kurang 5 lar, warna hitam lampik blantong, ekor ada putihnya, pakai jenggot putih, kepala ada warna putih sedikit. Kenapa memisahkan burung tersebut?, ternyata katuranggan atau perkakasnya bagus sekali, demikian H. Ido menyimpulkan, kenapa burung dengan pegangan sebagus ini mau dipotong?, Ko Khe Yung sendiri berkata "burung sudah sortiran itu, mau dipotong untuk dibagikan ke orang-orang", demikian kata Ko Khe Yung, namun H. Ido beranggapan lain, katanya "udah yang ini dilatih aja dulu, coba aja, masak pegangan begini nggak kepake?".

Burung hitam lampik tersebut akhirnya dijodohkan dan mulai dilatih, ternyata benar prediksi H. Ido, seperti diungkapkan oleh Ko Khe Yung, "gila, burung larinya kesetanan begitu, tembaknya ampun... luar biasa, mental udah kayak burung jadi aja". Akhirnya burung tersebut dilatih terus.... sampai dinamakan DAKOCAN, karena warna dan mukanya yang seram.

Bapaknya Dakocan adalah burung isimewa asal Malang, dulu milik Wahing, namanya SULTAN, yang membawa namanya Sdr. Suroso dari Malang ke Bandung. Burung ini masih darah Mercy-nya Wahing, bukan Mercy-nya Nyo Situbondo, kalau Mercy-nya Nyo Situbondo adalah darah dari Ciung, sedangkan Ciung adalah anak dari Leonard-nya Ching Sen tahun 1985an dulu.

Dakocan punya adik yang juga pernah ngetop, namanya BENTUL.

Setelah dewasa, burung ini dijodohkan dengan anak CARACA, keluar :
1. Puma milik Bebeng-Cirebon, burung ini sangatlah istimewa, paling bagus dari saudaranya.
2. Kuda Binal, galak mukul, larinya ngotot, tembaknya luar biasa, di Pura pernah keluar Tojaya 1-Tojaya 4.
3. Cakram, kakek Kelana laser, tahun 1998 pernah juara 1 nasional di Surabaya.
4. Zamorano, burung legendaris milik Kiking.
5. Batavia, burung legendaris milik Koneng Makita.
6. Road King, burung jawara pada masa Rencong.
7. Bazooka, burung jawara milik Hari Kuswara.
8. dan lain2 masih banyak

Dari perempuan anak CARACA ini rata-rata mengeluarkan shoot dan tembak yang keras, sehingga dijodohkan dengan Khayana, keluar :
1. Kelana 2
2. Galant
3. Kelana 3 dll

Di Cirebon, ada peternak papan atas, namanya Ko Yuyu, beliau dapet burung jantan diberi nama Pelor dari Pak Bandik asal Madura, seingat saya waktu diternak oleh Ko Yuyu, keluar 2 ekor kembar, satu Khayana, satu lagi belahannya hilang di Cirebon, sampai sekarang belahan Khayana tidak ada yang tahu dimana rimbanya.

Demikian uneg-uneg saya, mudah-mudahan belum hang, dan dapat sedikit membantu teman-teman yang mungkin ingin tahu juga tentang kisah sang DAKOCAN ini.

Salam andokan.....
SANGSANG